Agar Selalau Istiqomah dan Tsabat (Teguh)


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Ahqaaf .46:13-14)

Dari ayat diatas bisa diambil kesimpulan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan balasan kepada orang-orang yang mau untuk selalu istiqomah dijalan Allah Subhanahu Wata’ala, yaitu surga yang mereka kekal diadalamnya. Sedang keterkaitan antara istiqomah dan tsabat adalah jika seseorang tersebut sudah bisa istiqomah maka sikap tsabat pun ( keteguhan untuk beristiqomah ) akan bisa diraihnya.Kata tsabat sendiri mengandung pengertian istiqomah atas petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala, dan memegang teguh ketaqwaan serta mampu mengendalikan dirinya dari hawa nafsu.Sebagaimana disebutkan dalam hadist, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :

“orang yang bermujahadah dalam mengenggam hawa nafsu sama seperti orang yang menggenggam bara api” ( H.R. Tirmidzi )

Perumpamaan orang yang menggenggam bara api adalah adalah seorang yang begitu kuat dan sabar dan mampu mengendalikan nafsunya, karena mereka (orang-orang sabar), mengerti sekali akan balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Dan diumpamakan juga orang yang memperturutkan hawa nafsunya tidak lain seperti seekor anjing :

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raaf .7:175-176)

ada beberapa faktor yang akan memperkuat keteguhan dan keistiqomahan kita diantaranya :

  1. hendaklah kita merasa belum cukup dengan amal yang pernah dilakukan.
  2. menutupi amal dengan amal yang lebih baik dari sebelumnya.
  3. merasa sedikit kebaikannya sekaligus merasa terlalu banyak maksiatnya.
  4. mengingat-ingat mati ( dzikrul maut )

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “perbanyaklah mengingat sesuatu yang bisa menghilangkan kenikmatan yaitu kematian” (HR.Turmudzi)

  1. iri dengan amal shaleh orang lain sehingga berkeinginan menirunya.
  2. malu dengan perjuangan para pendahulu, sementara kita belum berbuat apa-apa.
  3. perbanyak waktu untuk sillaturrahim dan bersahabat dengan orang shaleh

karena teman bisa menjadi cermin bagi diri kita.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. At-Taubah  .9:115)

  1. meminta nasihat kepada orang yang kita yakini kebaikannya.
  2. membaca biografi orang-orang shaleh untuk diambil teladannya

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya” (QS. Az-Zumar .39: 53-55)

  1. berkumpul di majelis orang shaleh
  2. menyakini bahwa ujian yang menimpa kita, belum seberapa  dibanding yang pernah dialami para nabi, sahabat dan shidiqqin
  3. tidak terlena dengan urusan dunia sehingga melupakan akhirat. Ingat banyak orang yang istiqomah dalam kesahajaan, tetapi hancur karena kemewahan dunia.
  4. amal yang baik bukanlah pada banyaknya, tetapi pada dawam-nya (istiqomah), sedikit tapi terus menerus dilakukan.
  5. berdoa, doa merupakan senjata ampuh yang akan menguatkan dan meluruskan niat.

“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” ( Q.S. Al- Imran 3: 8 )

“Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.(Q.S. Al- Baqarah 2: 250 )

15.  tadabur al-qur’an

“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. (Q.S. Az- Zukhruf 43: 43 )

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Q.S. Al- Anfaal 8:12 )

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (Q.S. Al- Huud 11:120 )

16.  berhubungan dengan Allah Subhanahu Wata’ala secara baik (ma’rifatullah dan bermuroqobah )

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Ibrahim 14:27 )

Berhubungan dengan Allah Subhanahu Wata’ala secara qalbu (meyakini dengan hati), dengan lisan ( terus berdzikir ) , dengan pikiran (mencari ilmu agar bisa berhubungan dengan baik)

17.  tarbiyah yang benar

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung. (Q.S. Muhammad 47:10-11 )

Allahumma ya muqollibal qulubi tsabbit qulubi ‘ala dinika wa a’la tho’atika

( Ya Allah dzat yang Maha membolak balikan hati, berikanlah keteguhan hati kepada kami atas agama kami dan ketaatan kami… amiin )

diedit dari :http://noneage19.multiply.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s